Hasil gambar untuk batu kursi parsidangan siallagan

Saat ini, liburan/berwisata sudah menjadi sebuah “trend” dikalangan masyarakat. Tak hanya digandrungi oleh kaum muda-mudi tetapi juga mulai anak-anak sampai lansia berwisata sudah menjadi suatu keharusan. Apalagi adanya weekend dan hari libur, wahana permainan dan objek wisata menjadi membludak. Berbicara tentang objek wisata, saat ini banyak sekali objek wisata di pulau Samosir.

Ditengah-tengah pulau Samosir, tepatnya di dekat pesisir danau Toba terdapat banyak sekali objek wisata yang bisa dikunjungi. Beberapa objek wisata disana sangat terkenal salah satunya adalah Batu Kursi Siallagan, 5 Km dari Tomok. Disini terdapat peninggalan batu kursi Raja Siallagan dengan sejarahnya dimasa lampau. Kekuasaan sang raja membuatnya sangat terkenal kemana-mana ditambah indahnya danau Toba menjadi 2 alasan kuat menariknya jumlah wisatawan.

Hasil gambar untuk batu kursi parsidangan siallagan

Berbagai wisatawan datang berbondong-bondong kemari. Mulai wisatawan domestik bahkan mancanegara sudah menjadi penglihatan sehari-sehari disekitar batu kursi. Keberagaman suku, bahasa, dan negara tak mengurangi kebahagiaan mereka untuk mengunjungi batu kursi. Tak hanya itu, selain disuguhkan dengan peninggalan zaman dahulu seperti rumah adat tradisional batak yang masih alami, museum, ditambah dengan sejarah batu Kursi.

Sejak tahun 90 an sebelum krisis moneter, tempat ini sangat terkenal. Di zaman tersebut bisa dikatakan internet belum “seramai” saat ini. Namun, berkat keindahan danau Toba, mereka rela meninggalkan negara mereka untuk menikmati alam dan belajar tentang budaya batak. Tak hanya itu, banyak turis asing yang memilih menikah dengan masyarakat lokal dan menetap disekitar danau Toba. Mereka bahkan belajar budaya dan bahasa batak. Sungguh luar biasa. Namun cerita itu menjadi cerita kelam semenjak krisis moneter. Kedatangan wisatawan sudah menjadi hal yang sulit untuk ditemui. Kejadian ini berdampak negatif terhadap kesejahtraan masyarakat sekitar. Banyak masyarakat yang kehilangan mata pencaharian akibat krisisnya wisatawan.

Namun, berkat kemajuan zaman dan perkembangan internet, tempat ini seakan-akan bangkit kembali. Kini, batu kursi semakin didatangi oleh wisatawan. Dengan kemajuan Internet yang cukup pesat saat ini, tempat ini ramai dikunjungi oleh wisatawan. Tak hanya itu, media sosial juga turut menjadi fasilitas datangnya turis wisatawan ke batu kursi ini. Sebut saja yang paling populer saat ini Instagram dan facebook. Semuanya bisa di update status, photo dalam hitungan detik. Tentu internet menjadi andil terbesar kemajuan pariwisata samosir terutama di Batu Kursi ini. Para wisatawan yang mengunjungi Batu Kursi dapat mengupload photo sebagai referensi liburan bagi calon wisatawan lainnya.

Hasil gambar untuk batu kursi parsidangan siallagan

Wisatawan yang berkunjung ke Siallagan ini sangat beragam. Namun, keberagaman itu tidak menjadi penghalang untuk menolak para wisatawan. Bagi kami, seluruh wisatawan adalah raja dan ratu yang harus dilayani sepenuh hati. Keberagaman antara wisatawan dan masyarakat dapat diterima secara baik. Toleransi antara umat menjadi hal yang khas disini. Turis asing sebut saja agama muslim, hindu, budha, khatolik bebes berwisata disini, sedangkan masyarakat disini didominasi orang kristen batak. Tetapi berkat kesadaran akan pentingnya sosok wisatawan, maka masyarakat mencoba menegakkan toleransi antar umat beragama, budaya, dan negara. Para wisatawan bebas berwisata disini selama masih menjaga adat baik dan aturan. Dan tidak ada aturan ketat yang dikeluarkan oleh pihak pariwisata dan masyarakat. Karna kami sadar akan pentingnya wisatawan maka kami menghormati setiap kedatangannya. Bagaikan Simbiosis Mutualisme yaitu saling menguntungkan. Para turis yang datang berbelanja dan mereka mendapat pelayanan yang terbaik dari para pedagang souvenir.

 

Saat ini, objek wisata Batu Kursi Siallagan telah memiliki banyak media, sebut saja Facebook dan Instagram. Kedua media sosial ini adalah fasilitator termanjur yang dapat menyebarkan informasi mengenai tempat bersejarah ini. Nah, baru-baru ini XL gathering 2016 melakukan perjalanan ke Batu kursi. Yah, semoga mereka membawa perubahan yang lebih baik di bidang internet. Setelah saya amati, Facebook nya memiliki likers 30 dan Instagramnya memiliki 143 followers. Wisatawan yang datang berkunjung akan dengan senang hati mengoupload fotonya disekitar objek wisata dan pihak Batu Kursi juga me share atau regram supaya muncul minat orang lain untuk berkunjng ke Batu Kursi. Kini dengan internet XL 4G LTE yang sudah dapat digunakan dimana-mana, akses Internet menjadi lebih mudah. Semua orang bisa menikmati akses internet. Cara mengaktifkannya juga tergolong mudah.

Akses internet seperti upload photo di instagram, buat vlog sudah menjadi hal yang lazim. Semua orang berlomba-lomba untuk menjadi terkenal dan memiliki banyak followers. Semoga dengan berjalannya waktu, akses internet menjadi fasilitator memperkenalkan dan membawa banyak wisatawan ke Batu Kursi Siallagan. Masyarakat siap menyambut keberagaman wisatawan.

 

***

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi Blog XtraKEBeragaman

banner-main-square

Internet sebagai fasilitator dalam meningkatkan wisatawan

Yohana Siallagan


Lulusan Pendidikan bahasa Inggris yang memiliki segudang cita-cita. Interested on writing and reading.


Navigasi pos


2 tanggapan untuk “Internet sebagai fasilitator dalam meningkatkan wisatawan

  1. Wah setuju banget. Internet bisa di manfaatkan untuk memepromosikan sesuatu contohnya pariwisata. Dengan begitu bisa meningkatkan kunjungan wisatawan hingga dampaknya adalah meningkatnya perekenomian sekitarnya, sip dan lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *