[Tentang Buku]

Judul               : Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya

Judul asal        : Opening the door of your heart

Penulis            : Ajahn Brahm

Penerjemah    : Chuang

Penyunting      : Kartika Swarnacitra

Handaka Vijjananda

Pengambar Sampul    : Shinju Arisa

Jeff Liang

Perancang dan penata : Vidi Yulius Sunandar

Jumlah halaman : 307 halaman

[Review]

Manusia memang aneh. Tak pernah ada kata “puas” dalam dirinya. Pengennya punya uang banyak setelah itu pengen rumah mewah pengen mobil mewah pengen ini itu. Pernahkah kita renungkan bahwa kita selalu mengejal hal-hal duniawi yang memuaskan hasrat kita saja? Apa sih yang kamu dapatkan ketika sudah memiliki mobil mewah, rumah mewah, dan barang mewah lainnya. Apakah kamu sudah bahagia memiliki benda mewah tersebut?

Buku ini mengingatkan kita akan arti hidup yang sebenarnya. Buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya. Kita, manusia hidup seperti cacing, dan kotoran diartikan sebagai kenikmatan duniawi. Kita sangat menikmati hidup di dalam kotoran. Buku ini berisikan cerita lucu yang dialami sang penulis, Ajahn Brahm. Ajahn Brahm adalah seorang lulusan Teori Fisika dari Universitas Cambrigde, Inggris. Suatu hari dia sadar akan arti sebuah kehidupan. Sehingga, beliau tertarik dan belajar tentang agama Buddha dan menjadi biksu.

Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya berisikan 108 buah cerita yang berilustrasikan mengenai kehidupan kita sehari-hari. Cerita yang memang menyentuh dan membuat saya berpikir pada awalnya dan merenung. Ternyata benar. Cerita yang paling saya ingat adalah tentang cerita di awal. Yaitu dua bata yang jelek tertutupi dengan ratusan bata lainnya. Seperti itu jugalah hidup. Terkadang, kita hanya berpusat pada satu kejelekan orang lain namun kita tidak bisa melihat kebaikannya yang lain.

“Itulah kebijaksanaan : Muncul begitu saja, tak terencana, tak terulang hal. 199

Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya, mengajari kita untuk menjadi bijak dalam kondisi apapun.

“ dia yang tahu , tidak berbicara

Dia yang berbicara, tidak tahu

 

Kadang-kadang, beginilah kehidupan kita. Yang tahu namun cuek atau hal lainnya dan parahnya orang yang sok tahu berbicara. Kita sebagai pendengar harus bijak dalam menanggapi hal seperti ini. Jangan mau hanya menjadi pendengar saja. Tersulut emosi dan ikut melakukan tindakan bodoh hanya karna membela sesuatu yang “dianggap” benar.

Jujur, buku ini sangat menyentuh kehidupan saya. Saya banyak merenung dan belajar dari buku ini. Belajar menahan amarah, bersabar, dan masih banyak hal positif lainnya.

Buku ini sangat recomended dan banyak sekali manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.Selain memberikan ilustrasi lucu yang bermanfaat, Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya juga memberikan banyak wawasan saya tentang Biksu dan samera. Saya jadi mengetahui tentang Buddhis.

Pokoknya, saya sangat menyukai buku ini.

[Tentang penulis]

Apapun yang kamu lakukan, pintu hatiku akan selalu terbuka untukMu.

Ajahn Brahm lahir di London dan menjadi lulusan Fisika Teori di Cambridge University. Kemudian, beliau memutuskan menjadi seorang Samera (Biksu) dan memiliki Guru yang sangat Bijaksana bernama Ajahn Chah. Ajahn Brahm kemudian membangun sebuah Biara di Perth, Australia. Namun, saking miskinnya mereka tidak memiliki dana dan mereka sendirilah yang menyemennya.

Ajahn Brahm aktif menjadi pembicara di pencara, rumah sakit, rumah duka untuk berbagi kebahagian dengan yang lainnya. Mereka hidup dalam kesederhanaan. Sebelumnya, beliau juga telah menerbitkan buku seperti Hidup senang, Mati tenang,:Super power Mindfulness

[Book Review] Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya

Yohana Siallagan


Lulusan Pendidikan bahasa Inggris yang memiliki segudang cita-cita. Interested on writing and reading.


Navigasi pos


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *