My Story in December

Hasil gambar untuk natal

Rasanya udah hampir berabad-abad nggak ngurusin blog nih. Kangen bangettt. Akhirnya nge- post juga di penghujung tahun ini. Sebenarnya, nulis ini udah dari awal bulan, dan entah kenapa baru di post sekarang. Tapi tetap aja Pede. Nah, ini cerita aku di bulan Desember. Selamat Membaca ya,

Setiap mendekati bulan Desember, aku selalu bersemangat sekali. Ya, bersemangat menyambut Hari Natal. Aktivitas juga semakin bertambah banyak nih. Mulai dari latihan natal, sibuk mempersiapkan soal ujian akhir semester, trus lanjut deh ngisi rapot. Hehe, namanya juga kerjaan. Mau nggak mau pasti harus dijalanin. Shock ? sangat, But I enjoy it very much. Di bawa santai aja kayak di pantai.

Bulan desember kali ini juga sangat jauh berbeda dengan bulan desember tahun lalu. Tahun ini, aku punya segeprok kegiatan. Mulai dari jadwal Perayaan Natal yang padat, ditambah kegiatan sekolah yang tak ada habisnya. Keep strong dong yoh. Namanya anak rantau, harus tahan banting ini ceritanya. Tapi semuanya itu harus di syukuri. Aku masih bisa dapat banyak berkat dalam hidup ini. Jelas aku sadari, bahwa nggak ada yang mudah dalam hidup ini yah, kecuali memang harus punya tekad dan kerja keras.

Ngomong-ngomong bulan desember nih. Aku jadi pengen share my archievements this year. Harus aku akui, kalo tahun 2017 is the best year ever. Banyak banget berkah yang aku dapat. Misalnya nih, aku dapat kerjaan jadi Guru. Yee, setelah pengangguran 7 bulan, eits sebenarnya bukan pengangguran sih. Cuman kerjaan kemarin sama sekali nggak sesuai dengan background pendidikan. Akhirnya, diterima juga   menjadi seorang Guru. Yeaa, tepuk tangan dong ! Ini adalah goal prestisius aku. Di tahun ini juga, aku sah menjadi “si anak rantau” yang jauh dari orangtua.

Jauh dari orangtua membuatku menjadi pribadi yang kuat dan mandiri. Semua serba sendiri, masak-masak sendiri, cuci baju sendiri (akhirnya mulai bernyanyi dangdut). Semuanya serba sendiri deh. Ribet? Jelas iya dong. Nggak hanya itu, Aku juga belajar membagi gaji. Aku mulai menabung buat hari tua nanti, investasi, dan lainnya. Kalo udah punya penghasilan sendiri begini, aku kadang nggak tega buat jajan sembarangan. Aku jadi tau, bahwa cari duit itu susah. Jadi harus digunakan buat hal-hal yang tepat. Nggak cuman itu, aku juga dapat banyak berkah dari dunia “blog”. Aku punya banyak hadiah dari lomba maupun giveaway. Semuanya patut di syukurin dong.

Nggak melulu soal cerita duka, aku juga punya kabar duka buat temans sekalian. Bulan September lalu, oppung boru (nenek) aku baru saja berpung ke rumah Bapa di Surga. Untungnya, aku bisa menghantarkan beliau ke tempat peristirahatannya. Tapi, aku percaya sehabis hujan pasti ada pelangi. Tak ada kesedihan yang terus-menerus. Ibarat roda Pedati, hidup pasti berputar.

Pokoknya, bulan desember ini adalah bulan penghujung yang paling manis. Oh iya, aku lupa nih cerita kalau sekolah kami baru saja mengikuti Festival Seni Budaya dan Prakarya. Dan berita baiknya adalah sekolah kami berhasil menyabet Juara II dalam Prakarya. Prakarya yang ditampilkan antara lain adalah desain kartu natal, kreasi sapu lidi, anyaman bamboo. Yeay, akhirnya kerja keras kami berbuah manis. Semoga tahun berikutnya juga bisa tetap berkarya. Harapan di bulan Desember ini adalah semoga bisa merayakan Natal dan Tahun Baru dengan orang yang aku sayangi nantinya. Dan acara mudik menyambut tahun baru lancar.

Pada akhirnya, Yohana mau ngucapin Selamat Natal 2017

dan Selamat menyambut Tahun Baru 2018

 

Salam,

Boru Siallagan

Tinggalkan Balasan